Skip to main content

MEDIA SOSIAL PADA ANAK USIA DINI






Pada era sekarang ini kita sudah sangat mampu untuk berkomunikasi dengan orang lain tanpa adanya halangan Jarak Dan Waktu menggunakan teknologi yang ada dan diciptakan untuk berkomunikasi. Dengan adanya teknologi komunikasi tersebut kita mampu berkomunikasi dengan orang-orang yang pada akhirnya orang-orang tersebut akan berinteraksi dengan kita secara sosial melalui media yang ditawarkan oleh internet.

Terdapat berbagai media yang ditawarkan oleh internet salah satunya adalah media sosial yang digunakan oleh masyarakat luas di seluruh dunia untuk berkomunikasi dengan orang lain tanpa adanya larangan dari jarak dan waktu. Jika pada masa-masa sebelumnya kita harus berkomunikasi menggunakan telepon, surat, telegram, dan metode komunikasi lainnya yang masih kurang instan sekarang kita sudah mampu berkomunikasi dengan orang lain secara instan tanpa harus menunggu waktu lama untuk balasan mereka.

Dengan adanya media sosial ini masyarakat lebih menjadi terkoneksi dengan orang-orang lain yang berada di dunia sana. Dengan terkoneksinya orang-orang ini itu artinya kita dapat mencapai sebuah relasi yang lebih luas dengan orang-orang yang berada di luar sana dan secara fisik luar dari jangkauan kita. Media sosial sangat menghubungkan masyarakat yang memudahkan masyarakat berkomunikasi dalam kehidupan mereka sehari-harinya dengan individu lainnya yang juga berada di dalam media sosial.

Media sosial sudah banyak digunakan oleh masyarakat terutama kalangan remaja yang melihat potensi diri penggunaan media sosial ini guna berinteraksi dengan orang lain. Dengan interaksi ini para remaja mampu menjalin hubungan dengan orang lain yang memiliki ketertarikan yang sama dengan mereka. Namun tidak hanya kalangan remaja saja yang memiliki ketertarikan untuk menggunakan media sosial namun pada era sekarang ini anak-anak itu memiliki akun media sosial mereka masing-masing.

Anak-anak sudah banyak yang menggunakan media sosial bahkan dapat dipastikan satu dari tiga anak yang memiliki akses pada internet pastinya memiliki akun media sosial mereka untuk bisa terkoneksi dengan orang lain di luar sana. Hal ini menimbulkan banyak sekali pro dan kontra di mana masyarakat masih mempertimbangkan pertimbangan moral dan usia ketika anak-anak sudah diberikan akses kepada media sosial yang isinya merupakan orang-orang yang yang usianya mungkin jauh berbeda dengan mereka.

Anak-anak sangatlah rawan ketika mereka berada di media sosial. Media sosial berisi masyarakat yang berasal dari berbagai kalangan dan tidak hanya orang-orang yang berada dengan umur yang sama dengan mereka saja namun juga dapat komunikasi dengan orang-orang yang umurnya jauh lebih tua daripada mereka dan mereka pun sangat rawan untuk menjadi target tindakan kriminal yang melibatkan penipuan atau tindakan kriminal lainnya yang membahayakan mereka.

Karena banyaknya anak-anak yang menggunakan media sosial ini maka perlu dikaji ulang mengenai aturan tentang penggunaan media sosial untuk anak-anak yang masih dibawah umur. Sangat disayangkan ketika ada hal yang yang menimpa anak tersebut ketika mereka mencoba untuk bersosialisasi dengan orang lain di media sosial. Niatnya anak tersebut memang baik namun tidak semua orang memiliki niatan yang sama di media sosial karena saya tidak bisa menjamin 100% bahwa semua orang yang berada di media sosial memiliki akun media sosial atau berkomunikasi dan melakukan kegiatan yang positif.

Banyaknya tindakan kriminal yang terjadi di media sosial mengakibatkan media sosial bukanlah tempat yang aman untuk anak-anak bercengkrama dengan orang lain di dunia yang sangat luas. Mereka masih belum cukup umur untuk memainkan media sosial bahkan beberapa media sosial seperti Facebook memiliki aturan di mana anak-anak dibawah 13 tahun tidak boleh menggunakan atau memiliki akun Facebook mereka sendiri.

Hal tersebut bukanlah semata-mata karena mereka mempertimbangkan faktor umur saja namun mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti tindakan kriminal mungkin menimpa mereka di media sosial karena mereka memang masih belum cukup dewasa untuk menggunakan media sosial tersebut. Meskipun demikian masih banyak sekali anak-anak yang memiliki akun media sosial seperti Facebook karena mereka dapat dengan mudah memasukkan tanggal lahir mereka dan mengubah tahunnya sehingga mereka tampak di data lebih tua dari umur mereka sebenarnya.

Karena banyaknya kasus anak dibawah umur yang memiliki akun media sosial ini akhirnya ini menjadi sebuah pertanyaan sendiri mengenai apakah pantas seorang anak memiliki akun media sosial yang secara bebas mereka boleh berkomunikasi dengan orang lain kapanpun dimanapun tanpa adanya pengawasan dari orang tua. Orangtua pun Mungkin menurut saya tidak bisa bertindak banyak karena mengawasi media sosial seorang anak tidaklah mudah karena aku punya memiliki cara-cara agar aktivitas mereka di media sosial tidak diketahui oleh orang tua mereka.

Dampak negatif lainnya mungkin dapat menyebabkan kesialan terhadap anak tersebut adalah ketika mereka terbunuh oleh dampak negatif yang dimiliki oleh komunitas-komunitas yang berada di media sosial. Media sosial diciptakan untuk bersosialisasi dan untuk mensosialisasikan tersebut anak-anak dapat dengan bebas berinteraksi dengan siapapun. Hal tersebut tentunya menimbulkan masalah karena tidak semua komunitas komunitas dan perkumpulan yang ada di media sosial memiliki tujuan yang baik, Bisa jadi mereka terbawa arus dan terbawa dampak negatif yang ditimbulkan dari mereka mengikuti suatu grup yang ada di media sosial tersebut.

Kita harus lebih waspada pada terhadap anak-anaknya mempunyai akun media sosial. Tidak semua orang memiliki niatan baik ketika mereka menggunakan media sosial. Tentunya masih ada orang-orang yang menggunakan media sosial untuk menipu orang lain dan memanfaatkan orang-orang. Hal tersebut adalah hal yang harus dijauhkan dari anak-anak karena tentunya anak-anak yang masih polos dan tidak mengetahui apa-apa akan dengan mudah tertipu dengan orang-orang yang berada di media sosial.









DAFTAR PUSTAKA
Soliha, S. F. (2015). Tingkat ketergantungan pengguna media sosial dan kecemasan sosial. Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi4(1), 1-10.
Fitri, S. (2017). Dampak positif dan negatif sosial media terhadap perubahan sosial anak. Naturalistic: Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran1(2), 118-123.

Comments